Wilujeng Sumping

Sesuai Judulnya

asli blog garing

Laman

Rabu, 11 Agustus 2010

Salah satu cerpen bikinan saya....

hello pren... gini" juga saya teh pinter wkwkwkwkwkk gue punya cerpen nih... kasih masukan ya...

PETUALANGAN AJAIB

Hello, perkenalkan namaku Clarissa Niandra. Aku biasa dipanggil Cessa, jauh dari namaku ya? Aku juga tidak tahu mengapa aku dipanggil Cessa, tapi aku memang dipanggil seperti itu sejak kecil. Ah, sudahlah buat apa sih mikirin nama? Kini aku sedang bingung dengan teman sekelasku. Mungkin tidak dapat dibilang teman, karena sebelumnya aku memang belum pernah mengenalnya.

Aku dan teman-temanku, Bila, Chacha, Fitri, dan Lani menyelidiki anak yang katanya bernama Keyla. Keyla adalah anak yang sangat pendiam, dia tidak pernah bergaul dengan anak-anak lainnya. Setiap kali waktu istirahat dia hanya berdiam diri di kelas. Keyla bukan termasuk golongan anak yang pintar ataupun yang tidak pintar. Keyla memang anak yang misterius. Namun hanya aku dan teman-temanku yang penasaran dan ingin menyelidiki anak itu. Anak-anak yang lain tidak peduli dengan Keyla dan membiarkannya.

Setelah beberapa hari menyelidiki, kulihat dia sering menangis di bawah pohon belakang sekolah yang bahkan belum pernah kuketahui ada pohon besar disitu. Aku memang jarang keliling sekolah. Di bawah pohon itu agak menyeramkan. Tapi, entah mengapa Keyla terlihat sangat nyaman dibawah pohon itu. Tidak banyak yang dilakukannya di bawah pohon itu, hanya menangis, menangis dan menangis. aku tidak tahu apa yang dia tangis kan dibawah pohon itu.

Kring…. Kring….

Bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa aku dan teman-teman mengikuti Keyla kemana pun dia pergi. Keyla kembali ke pohon belakang sekolah. tapi anehnya dia selalu milirik kebelakang, tampaknya Keyla curiga ada yang mengikutinya. Untungnya kami tidak ketahuan, sesampai dibawah pohon dia tidak menangis. tetapi membuka buku yang sudah berdebu lalu mengambil sebuah ballpoint dari sakunya. Dan mulai membaca sesuatu di dalam buku misteriusnya dengan sangat teliti. Sedikit-sedikit dia melirik ke segala arah, sepertinya dia memang curiga bahwa ada yang mengikutinya. Dia menutup buku itu, lalu berdiam sejenak dan menangis. sungguh sangat aneh semua yang dilakukannya saat ini. Dia berbalik dan sepertinya pulang menuju rumahnya. Aku dan yang lain segera bersembunyi di belakang dinding yang ada di belakangku.

Upps.. Handphone ku bergetar, dan ada sms masuk. Ternyata sms dari mamaku. Mau mengintip isinya?

Ches, mama sedang pergi bersama mamanya Chacha, Lani, Bila, dan Fitri. Disitu ada mereka kan? katakan pada mereka dijemputnya agak lama. Tunggu di sekolah bersama mereka ya… ingat! Jangan kemana-mana ya sayang,

Aku memperlihatkan sms itu didepan mereka, mereka mengangguk mengerti. Lalu Bila membisikan sesuatu.

“psst…. Mumpung kita dijemputnya masih lama, kita ikuti Keyla yuk!” itu ide brilian menurutku aku segera mengangguk dan diikuti anggukan yang lain.

Kami pun mulai pergi mengikuti Keyla. Rasanya sudah lama kami berjalan, dijalan aku merasakan hal-hal yang aneh. Ada dua ekor kucing berwarna hitam yang terus membuntuti kami. Keyla tetap berada di depan kami, sepertinya dia belum menyadari keadaan kami.

Dua kucing itu berhenti, aku dan teman yang lain berhenti menoleh ke belakang. Yaitu kearah kucing itu. Memang sepertinya ada yang mencurigakan di kucing itu. Dua kucing itu menatap kami sinis dan berjalan mendahului kami, lalu saling membisikan sesuatu. Aku bingung ada kucing berbisik. Sejak kapan kucing bisa berbisik? Aku dan teman yang lain saling pandang, lalu memalingkan muka kembali, dan berjalan seolah semuanya berjalan normal.

“apa kalian memikirkan yang sama?” kataku

“ya, dunia ini aneh dan lihat! Kemana perginya Keyla?” Lani membenarkan kataku.

“ya, Keyla hilang, kucing aneh, nanti apa lagi? Kita sedang terjebak di tempat aneh. Yang mungkin dimensi lain, atau apalah? Dan mungkin kita tidak bisa pulang” kata Chacha yang kata-katanya persis seperti apa yang ada di pikiranku, walaupun itu adalah kalimat yang tolol menurut logika yang baik.

Sekarang aku melihat ada seekor tikus sedang bisik-bisik. Dan binatang lainnya bisik-bisik sambil menatap sinis kearah kami. Bahkan bukan hanya binatang! Ada beberapa orang berpakaian aneh. Semua orang berpakaian sama, yaitu topi seperti koboi dikepala, pakaian compang camping berwarna putih kotor, dan sepatunya. Aku tidak bisa menjawab, orang-orang itu tidak memakai alas kaki, dan kuku-kuku dikakinya panjang seperti cakar.

Kami saling berpegangan tangan, terus berjalan. Di sepanjang jalan semua orang berbisik-bisik. Tapi, kami tidak dapat mendengar semua yang mereka katakan. Dengan anehnya dunia ini, aku berfikir. Apa mugkin Keyla tinggal disini? Apakah Keyla itu makhluk lain? Apakah dunia ini benar-benar dimensi lain? Dan banyak pertanyaan aneh lainnya terlintas di benakku. Tapi tidak ada satupun jawabannya.

Kami sampai di atas bukit tak berpenghuni. Kamipun duduk beistirahat.

“terus sekarang apa? Aku sudah dangat capek memberanikan diri walaupun sangat takut” kata Bila memulai pembicaraan.

“Cess kamu bawa handphone kan? kita bisa telefon mama kita” kata Lani,

aku menggadah sakuku, dan mengambil sesuatu yang kupikir itu adalah handphone ku. Ternyata itu buah cemara. Aku bengong sendiri melihatnya dan berfikir. Sejak kapan aku menyimpan buah cemara di sakuku? Apa mungkin handphoneku berubah menjadi buah cemara? Tapi itu sungguh tidak mungkin.

“Chessa, apa kamu juga berfikir bahwa handphonemu berubah menjadi buah cemara itu?” kata Lani membaca pikiranku. Aku hanya diam. Mungkin aku sudah berjam-jam berada di dunia ini. Tapi, langitnya dari tadi sama saja berwarna merah, oranye, dan biru tua. Rasanya seram sekali.

“ya, tapi jam berapa saat ini?” kata Fitri.

“menurutku itu pertanyaan bodoh saat ini” kata Lani membalas.

“sepertinya itu betul, ayo kita berjalan lagi. Mungkin kita akan menemukan sesuatu yang baik” kataku. Kami berdiri dan segera berjalan.

Dijalan, hal aneh kembali terjadi. Sekarang aku melihat ada sebuah gubuk kecil yang bercahaya. Aku menghiraukannya, kami terus berjalan. Tiba-tiba aku melihat Keyla sedang berlari dengan sangat cepat.

“hah? Itu Keyla, itu Keyla” kataku

“ya, sekarang aku bisa menjawab bahwa Keyla memang benar tinggal di dunia ini” kata Fitri.

Kami berjalan agak cepat. Dan aku kembali melihat Keyla sedang berbicara dengan buku yang dia baca dibawah pohon saat itu. Dengan hati-hati aku menghampirinya, sebab tidak ada cara lain untuk keluar dari sini selain mengakui bahwa kami mengikuti Keyla. Dalam hati aku beharap Keyla tidak marah dan mengantar kami ke dunia yang normal.

“Ke…Keyla…. Maaf apa kamu Keyla?” kataku memberanikan diri.

“ya.. ada apa?” katanya membalas perkataanku dan membalik kearah kami. “Hah? Bukankah kalian teman sekelasku?” katanya dengan wajah yang terlihat sangat kaget.

“ya.. sejak dulu kami menyelidikimu, kami penasaran dengan kemisteriusanmu. Kami belum pernah melihat kamu bicara bersama anak yang lain” kata Bila menjellaskan “sekarang dapatkah kamu memberitahu bagaimana cara kami keluar dari dunia aneh ini? Aku nggak akan tahan tinggal di tempat nggak jelas seperti ini”

“maaf… ini salah kalian, semua yang dialami kalian sama persis seperti apa yang terjadi padaku” kata Keyla, dan sungguh aku tidak mengerti sama sekali.

“maksudmu?” kata Fitri.

“aku bisa menjelaskan semuanya di dalam rumahku.” Kata Keyla. Aku dan teman-temanku diajak masuk ke sebuah batu besar. Dalam hati aku bertanya. Apa ini yang disebut Keyla ‘rumah’.

“ Sekarang kalian ambil sedikit bagian daari rambut kalian! dan tempelkan ke batu itu. “ Walaupun terdengar sanngat konyol aku menurutinya, kupotong sedikit bagian ujung rambutku dan tiba-tiba…. Aku masuk kedalam batu itu. Didalamnya hanya ada empat buah kursi dari kayu dan tempat tidur. “sekarang kalian bisa duduk. Begini, sebenarnya ini adalah sebuah Negara, yang masuk kedalam dimensi lain.”

“maksudmu ini dimensi lain? Lalu mengapa kau bisa ada disini, dan kenapa kami bisa masuk kedalam dunia ini? Kamu menghayal! Bukankah dimensi lain itu tidak ada?” Kata Lani

“Kalian mengikutiku kan? aku masuk ke dunia ini karena aku mengikuti seorang gadis yang super pendiam yang kutemui di jalan. Karena penasaran aku mengikuti gadis itu dan tiba-tiba aku berada di dunia ini. Pertama aku berada di dunia ini semuanya seram. Tapi, sekarang aku sudah terbiasa. Lalu aku bertemu kembali dengan gadis itu. Dan gadis itu menceritakan semuanya, sekarang gadis itu sudah mati dan menjadi seorang queltia. Saat kalian mengikutiku, perlahan-lahan dunia berubah. Karena kalian berjalan sepuluh meter dekat ke arahku maka kalian akan mengikutiku ke dunia ini.” Kata Keyla menjelaskan

“apa itu queltia? Dan bagaimana kita keluar dari dunia ini?” kata Fitri

“queltia adalah orang yang memakai topi koboi dan kakinya berkuku panjang mungkin kalian melihatnya saat masuk ke dunia ini, dan jika ada seorang yang sudah masuk kedunia ini tidak akan bisa keluar lagi.” Keyla melanjutkan

“apa katamu tidak bisa keluar lagi? Lalu bagaimana kamu bisa sekolah?” kataku

“aku menemukan buku sejarah Negara ini dari bawah tanah dan aku memakai mantra yang dapat membuat aku keluar dari Negara ini. Tapi dengan syarat aku tidak boleh berbicara pada siapapun. Aku sangat menyesal mengikuti gadis itu” kata Keyla

“oh.. jadi itu sebabnya kamu sering menangis?” kata Bila

“ya… oh ya ada cara agar keluar dari dunia ini tapi, sangat sulit” Keyla membangkitkan semangatku untuk keluar dari dunia ini.

“apa caranya? Sesulit apapun pasti bisa kulakukan. Aku tidak bisa tinggal disini terus.” Kataku.

“baiklah kalau kalian mengotot. Caranya…. Kalian harus mengambil sebuah obat untuk menghentikan bisik-bisik yang ada di istana raja queltia. Dan menaburkan obat itu kekepala dua kucing hitam quelt, sang raja bisik-bisik. Caranya kalian harus terdiri dari enam orang dan memakai mantra: queltia hotirama nuramia fitara nubanagola patirakonaja. Aku menghafalkannya kemarin.” Jelas Keyla

“baik jumlah kita sudah ada enam orang kita bisa mulai melaksanakan ini besok” kata Bila.

“ya, betul sekarang kalian tidur di kasurku, unuk memulihkan tenaga. Jangan lupa berdoa. Kita akan memulai pertarungan ajaib besok” kata Keyla.

“ya, baiklah Keyla.” Kata Lani pelan. Kamipun tertidur.

Pagi pun tiba, atau mungkin bukan pagi. Karena keadaan langitnya masih seperti biasa. Disini juga tidak ada jam jadi kami tidak pernah tahu jam berapa saat ini.. rasanya seperti dongeng atau sinetron di TV. Aku melihat Bila menangis tersedu-sedu. Aku, Chacha, Lani, dan Fitri menghampirinya.

“kamu kenapa Bil? Sakit?” kataku diikuti anggukan yang lain.

“nggak, aku cuman ngerasa bersalah doang. Kan aku yang bikin kita ada di dunia ini. Maafin aku ya. mungkin, kalau bukan karena aku kalian nggak akan kayak gini” kata Bila sambil sesekali menahan isak tangis.

“ya Bil, nggap apa-apa kok. Malahan kita kan bisa bantu Keyla keluar dari pendiamnya itu. Jadi, nggak usah terlalu dipikirin ya, aku seneng kok bisa punya pengalaman ajaib kayak gini” kata Fitri menenangkan Bila. Fitri memang anak yang paling mengerti perasaan orang lain.

“Thank’s ya… kalian memang temen aku yang paling baik” kata Bila tersenyum, dan sedikit demi sedikit tangisnya hilang.

Aku pun berjalan menuju utara seperti apa yang dikatakan buku sejarah itu. Dijalan memang banyak sekali queltia yang berbisik. Sebenarnya aku agak takut. Tapi, Keyla terus meyakinkanku bahwa itu tidak akan menyakiti kami. Kami sampai di tempat yang megah, tapi agak menyeramkan. Aku melihat tempat yang bercahaya, dan berfikir mungkin itu adalah tempat obatnya.

“Keyla, apa itu tempat obatnya” kataku sambil menunjuk kea rah tempat bercahaya itu.

Keyla melihat tempat itu dengan teliti. Dia mengambil buku sejarah Negara dari tasnya dan mencocokan semua cirri-ciri yang ada di dalam buku itu.

“ya benar, itu adalah tempatnya. Tapi dikatakan di buku ini bahwa kita harus hati-hati dengan penjaga istana yang sedang tidur. Jangan sampai bangun.” Kata Keyla jelas.

Kami berjalan ke arah tempat itu dengan sangat hati-hati karena ada banyak penjaga istana yang menyeramkan. Setelah sampai aku menjulurkan tangan untuk mengambil obatnya. Tapi saat obat itu sudah ditanganku, seoranng penjaga terbangun lalu berteriak sehingga membangunkan penjaga lainnya. Aku segera berlari setelah melihat dua ekor kucing hitam sedang tertawa. Aku lari menuju dua kucing itu, ukh kakiku tertangkap penjaga. Aku menendang tangan penjaga. Dan saat aku tiba di depan dua kucing itu aku berkata.

queltia hotirama nuramia fitara nubanagola patirakonaja” kataku mengucapkan mantra yang dikatakan Keyla saat itu.

Aku mempercepat gerakanku setelah aku melihat yang lainnya sudah ditangkap penjaga. Dan banyak penjaga berlari kearahku. Aku segera menaburkan obat bisik-bisik. Tiba-tiba kucing itu menyusut dan…. Hilang! Penjaga pun ikut menghilang. Sedikit demi sedikit di dunia ini hilang. Tapi aku masih berada di dunia ini. Keyla dan yang lainnya berlari ke arahku.

“Keyla, mengapa kita masih berada disini? Bukankah seharusnya kiita sudah berada di dunia asal kita?” kata Bila.

“aku juga tidak tahu, namun di buku ini dikatakan bahwa kita harus bersumpah bahwa kita tidak akan bercerita kepada siapapun. Dan kita harus mengucapkan mantra: Sumpara tinata queltia tinggalz. Ayo kita ucapkan bersama-sama” Keyla menjawab

“tunggu. Apakah queltia akan hidup kembali?” sahut Fitri. Dan aku juga penasaran dengan jawabannya. Apa mungkin gadis yang pernah diikuti Keyla itu hidup kembali di dunia asal.

“tidak akan.” Keyla singkat, membuatku bersedih apa yang akan dikatakan orang tuanya bila anaknya hilang. Tapi mungkin tidak akan pernah ada jawabannya.

“lalu, bagaimana dengan orang tua kita? Pasti mereka bertanya kemana saja kita selama ini?” Lani bertanya, pertanyaannya persis seperti apa yang akanu tanyakan.

“tenang, nanti waktu akan kembali seperti semula. Ayo kita ucapkan mantranya.” Jelas Keyla

“KAMI BERSUMPAH, TIDAK AKAN PERNAH MENGATAKAN SEMUA TENTANG DUNIA INI KEPADA SIAPAPUN. SUMPARA TINATA QUELTIA TINGGALZ.” Kami mengucapka serempak, dan tiba-tiba aku sudah berada di pohon belakang sekolah.

“Yippie, kita kembali” sahut Fitri girang.

“pssst jangan ada yang tahu.” Kata Keyla.

Lalu kami menuju ke sekolah, ternyata ini adalah waktu dimana saat mama memberi sms padaku, tepatnya saat Bila memberi ide untuk mengikuti Keyla, dan beberapa saat kemudian mama kami menjemput. Begitupun dengan Keyla, dia dijemput oleh mamanya yang sangat cantik. Sejak itu Keyla menjadi anak yang periang dan proaktif. Tiba-tiba aku ingat sesuatu, HPku bagaimana? Pasti kalau hilang aku akan dimarahi. Apa buah cemara tadi masih ada? Aku menggadah sakuku, dan aku memegang sesuatu yang kuharap itu adalah HP bukan buah cemara. Aku mengeluarkan benda itu dengan hati-hati. Lalu…… HORAY itu HPku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar